Minggu, 03 Juni 2012

Ilustrasi : Wortel. telur, Kopi



Seorang wanita yang baru saja menikah, datang pada ibunya dan mengeluh soal tingkah laku suaminya. Setelah pesta pernikahan, baru ia tahu karakter asli sang suami: keras kepala, suka bermalas-malasan, boros, dsb. Wanita muda itu berharap orangtuanya ikut menyalahkan suaminya. Namun betapa kagetnya dia karena ternyata ibunya diam saja. Bahkan sang ibu kemudian malah masuk ke dapur, sementara putrinya terus bercerita dan mengikutinya. Sang ibu lalu memasak air. Setelah sekian lama, air mendidih. Sang ibu menuangkan air panas mendidih itu ke dalam 3 gelas yang telah disiapkan.

Di gelas pertama ia masukkan TELUR. Di gelas kedua, ia masukkan WORTEL. Dan di gelas ketiga, ia masukkan KOPI.

Setelah menunggu beberapa saat, ia mengangkat isi ketiga gelas tadi, dan hasilnya:
WORTEL yang KERAS menjadi LUNAK,
TELUR yang mudah PECAH menjadi KERAS, dan
KOPI menghasilkan aroma yang HARUM.

Lalu sang ibu menjelaskan: “Nak, MASALAH DALAM HIDUP ITU BAGAIKAN AIR MENDIDIH. Namun, bagaimana sikap kitalah yang akan menentukan dampaknya.
Kita bisa menjadi:
Lembek seperti wortel. Mengeras seperti telur. Atau harum seperti kopi.

Jadi, wortel dan telur bukan mempengaruhi air … mereka malah berubah oleh air, sementara kopi malah mengubah air, membuatnya menjadi harum.”

Dalam tiap masalah, selalu tersimpan mutiara iman yang berharga. Sangat mudah untuk bersyukur saat keadaan baik-baik saja. Tapi apakah kita dapat tetap percaya saat pertolongan Tuhan seolah tidak kunjung datang?

Hari ini kita belajar ada 3 reaksi orang saat masalah datang. Ada yang menjadi lembek, suka mengeluh, dan mengasihani diri sendiri. Ada yang mengeras, marah dan berontak pada Tuhan. Ada juga yang justru semakin harum, menjadi semakin kuat dan percaya padaNYA.

Ada kalanya Tuhan sengaja menunda pertolonganNYA. Apa tujuannya??? Agar kita belajar percaya dan setia! Karena tidak pernah ada masalah yang tidak bisa Tuhan selesaikan

Inspirasi: Asah Kapak Anda

Beberapa tahun lalu seorang pemuda mencari pekerjaan dan bertemu dengan seorang pengusaha penebangan kayu dan pemuda itu meminta pekerjaan padanya. “Tergantung,” jawab pengusaha itu, “coba kamu tebang satu pohon ini.” Anak muda itu maju dan dengan tangkas berhasil menumbagkan pohon yang cukup besar. Pengusaha kayu itu terkesan dengan kemampuan pemuda itu dan berkata “kamu dapat mulai bekerja hari Senin.”
Senin, Selasa, Rabu berlalu, dan pada Kamis siang pengusaha itu mendatangi pemuda itu dan berkata “Kamu dapat mengambil gajimu pada waktu pulang nanti.” Terkeju mendengar kalimat itu, si pemuda bertanya “Saya pikir Anda akan membayar saya pada hari Jumat.” “Biasanya begitu,” jawab pengusaha itu. “Ttetapi kami meminta kamu berhenti hari ini karena kamu tidak berhasil. Catatan kami menunjukkan penurunan yang sangat drastis sejak hari Senin hingga hari Rabu.”
“Tetapi saya adalah seorang pekerja keras,” jawab pemuda itu. “Saya datang lebih awal dan pulang lebih akhir, dan saya juga menggunakan waktu istirahat untuk terus bekerja.” Sang pengusaha itu berdiam sebentar merenungkan ketulusan pemuda tersebut dan bertanya: “Apakah kamu mengasah kapakmu?” Pemuda itu menjawab “Tidak pak! Saya menggunakan seluruh waktu untuk bekerja dengan sangat keras.” [Sumber: Hot Illustrastions for Youth Talks].
Refleksi:
Setiap orang perlu mempertajam berbagai aspek dalam dirinya, bukan sekedar bekerja dengan segiat-giatnya. Kita perlu mempertajam pengetahuan kita, mempertajam ketrampilan kita, mempertajam kepekaan kita. Terutama setiap orang perlu mempertajam kualitas dan kepekaan kerohaniannya. Banyak orang terlalu sibuk mengurus kebutuhan fisiknya tanpa memperhatikan kerohaniannya, sehingga pada akhirnya yang diperoleh adalah kelelahan dan ketiadaan makna.
“Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah.” Matius 4:4

Kekuatan persepsi


“If the doors of perception were cleansed, everything would appear as it is – infinite. – Jika pintu persepsi dibersihkan, segala hal akan nampak sebagaimana adanya – sangat luar biasa.”
William Blake

Sebelum memulai membahas artikel ini saya akan menceritakan sebuah peristiwa yang dialami sepasang suami istri. Pasangan tersebut baru pindah ke sebuah kontrakan baru di kampung padat penduduk. Setiap pagi di depan rumah mereka banyak orang sibuk mencuci dan menjemur pakaian.
Pada hari I, sang istri berkomentar, “Aneh ya, kenapa orang-orang kalau mencuci pakaian sama sekali tidak bersih. Kotorannya masih tebal begitu.”
Seminggu berlalu, dan sang istri selalu berkomentar bahwa cucian warga yang dijemur di depan kontrakan mereka itu masih sangat kotor. Selama seminggu sang suami hanya diam saja mendengar komentar-komentar istrinya. Lalu pada hari ke-8, si istri memberikan komentar lagi seperti biasa.
“Nah, itu baru bersih. Pak, lihat cucian mereka sekarang menjadi bersih sekali. Tapi kenapa kemarin-kemarin cucian mereka begitu kotor ya?” gumam si istri.
“Tadi pagi saya bangun pagi-pagi sekali. Saya bersihkan semua kaca jendela rumah kita sampai betul-betul bersih,” jawab suaminya seraya pergi meninggalkan si istri yang masih terperangah.
Kehidupan ini berkaitan erat dengan persepsi, yaitu cara pandang berdasarkan pola pikir dan perilaku individu masing-masing. Setiap orang dapat mendeskripsikan situasi atau kejadian secara berbeda berdasarkan penglihatan mereka. Persepsi itu akan mempengaruhi pola pikir serta tindakan kita selanjutnya.
Realitas kehidupan ini terbentuk oleh persepsi kita atau cara pandang kita terhadap segala sesuatu. Apa yang Anda yakini, itulah yang Anda terima. Tetapi seandainya kita mampu mengubahnya (persepsi) menjadi positif, maka segala sesuatu dalam kehidupan ini akan nampak lebih menyenangkan.
Dr. Wayne Dyer mengatakan, “When you change the way you look at things, the things you look will change. – Ketika Anda mengubah cara pandang terhadap sesuatu, maka apa yang Anda lihat akan berubah.” Inilah beberapa hal pokok untuk menghancurkan persepsi negatif dan menciptakan kehidupan yang seharusnya Anda nikmati.
Pertama, selalu berusaha membiasakan diri untuk fokus pada nilai-nilai positif, maka persepsi kita menjadi lebih positif. Contoh ketika kita fokus pada kekurangan seseorang, maka kita akan terus mencari kekurangannya. Tetapi jika kita fokus pada kebaikan seseorang, maka kita akan terus berusaha mencari kebaikan di dalam dirinya dan semakin tertarik pada orang tersebut, bahkan terinspirasi olehnya.
Mungkin seperti orang yang memulai masa pacaran, pasti masing-masing memandang pasangan seperti tak memiliki kekurangan karena melihat kelebihannya saja. Hari-hari senantiasa romantis, sebab dalam hubungan itu masing-masing hanya fokus pada sifat-sifat yang positif dan menarik. Semakin ia fokus pada kualitas positif, maka ia pun melihat pasangan semakin menakjubkan sehingga makin jatuh cinta. Begitupun sebaliknya.
Cara lain untuk menjaga persepsi Anda tetap positif adalah dengan selalu berpikir dan bersikap optimis. Henry Ford yang pernah mengatakan, “If you think you can or if you think you can’t either way you’re always right. – Jika Anda berpikir Anda bisa atau jika Anda berpikir tidak bisa, itu pasti terjadi.” Berpikir dan bersikap optimis tentu membantu persepsi Anda lebih jernih, sehingga nampak jelas peluang-peluang baru yang dapat menolong situasi Anda atau memandu Anda menuju sukses dan kebahagiaan.
Berpikir terbuka dan bersedia belajar tentang banyak hal merupakan salah satu upaya untuk menjernihkan persepsi. Kehidupan ini sangat lengkap artinya terdiri dari beragam situasi, sebab, macam, dan lain sebagainya. Tidak mungkin seseorang menguasai semua ilmu atau menyelami pikiran banyak orang di dunia. Jadi sebaiknya jangan terburu-buru menciptakan kesimpulan, melainkan mencari pelajaran positif yang dapat dipetik sebagai bekal untuk berpikir dan bertindak lebih bijaksana.
Orang-orang yang hidupnya cukup sukses di dunia ini kebanyakan menjaga persepsi mereka tetap positif. Sehingga sikap dan tindakan mereka juga positif, contohnya tekun berusaha, rendah hati, disiplin, cermat atau berhati-hati dalam segala hal dan lain sebagainya. Disamping itu, mereka mampu melakukan tanggung jawab dengan baik dan menghasilkan karya luar biasa.
Persepsi seumpama `kaca jendela’ untuk melihat segala sesuatu nampak baik atau buruk. Ketika Anda mampu menjadikan persepsi selalu positif, maka Anda juga mempunyai kekuatan untuk melihat segala hal dengan lebih jernih, penuh optimisme, semangat, kasih sayang dan cinta, dan lain sebagainya, sehingga membantu Anda selalu bersikap positif dan tidak menyerah pada keadaan sesulit apapun untuk meraih sukses dan kebahagiaan. Oleh sebab itu, jika Anda ingin mencapai hasil akhir yang menyenangkan, maka jangan pernah membiarkan `kaca jendela’ Anda kotor. (Andrew Ho).
“If the doors of perception were cleansed, everything would appear as it is – infinite. – Jika pintu persepsi dibersihkan, segala hal akan nampak sebagaimana adanya – sangat luar biasa.”
William Blake
Sebelum memulai membahas artikel ini saya akan menceritakan sebuah peristiwa yang dialami sepasang suami istri. Pasangan tersebut baru pindah ke sebuah kontrakan baru di kampung padat penduduk. Setiap pagi di depan rumah mereka banyak orang sibuk mencuci dan menjemur pakaian.
Pada hari I, sang istri berkomentar, “Aneh ya, kenapa orang-orang kalau mencuci pakaian sama sekali tidak bersih. Kotorannya masih tebal begitu.”
Seminggu berlalu, dan sang istri selalu berkomentar bahwa cucian warga yang dijemur di depan kontrakan mereka itu masih sangat kotor. Selama seminggu sang suami hanya diam saja mendengar komentar-komentar istrinya. Lalu pada hari ke-8, si istri memberikan komentar lagi seperti biasa.
“Nah, itu baru bersih. Pak, lihat cucian mereka sekarang menjadi bersih sekali. Tapi kenapa kemarin-kemarin cucian mereka begitu kotor ya?” gumam si istri.
“Tadi pagi saya bangun pagi-pagi sekali. Saya bersihkan semua kaca jendela rumah kita sampai betul-betul bersih,” jawab suaminya seraya pergi meninggalkan si istri yang masih terperangah.
Kehidupan ini berkaitan erat dengan persepsi, yaitu cara pandang berdasarkan pola pikir dan perilaku individu masing-masing. Setiap orang dapat mendeskripsikan situasi atau kejadian secara berbeda berdasarkan penglihatan mereka. Persepsi itu akan mempengaruhi pola pikir serta tindakan kita selanjutnya.
Realitas kehidupan ini terbentuk oleh persepsi kita atau cara pandang kita terhadap segala sesuatu. Apa yang Anda yakini, itulah yang Anda terima. Tetapi seandainya kita mampu mengubahnya (persepsi) menjadi positif, maka segala sesuatu dalam kehidupan ini akan nampak lebih menyenangkan.
Dr. Wayne Dyer mengatakan, “When you change the way you look at things, the things you look will change. – Ketika Anda mengubah cara pandang terhadap sesuatu, maka apa yang Anda lihat akan berubah.” Inilah beberapa hal pokok untuk menghancurkan persepsi negatif dan menciptakan kehidupan yang seharusnya Anda nikmati.
Pertama, selalu berusaha membiasakan diri untuk fokus pada nilai-nilai positif, maka persepsi kita menjadi lebih positif. Contoh ketika kita fokus pada kekurangan seseorang, maka kita akan terus mencari kekurangannya. Tetapi jika kita fokus pada kebaikan seseorang, maka kita akan terus berusaha mencari kebaikan di dalam dirinya dan semakin tertarik pada orang tersebut, bahkan terinspirasi olehnya.
Mungkin seperti orang yang memulai masa pacaran, pasti masing-masing memandang pasangan seperti tak memiliki kekurangan karena melihat kelebihannya saja. Hari-hari senantiasa romantis, sebab dalam hubungan itu masing-masing hanya fokus pada sifat-sifat yang positif dan menarik. Semakin ia fokus pada kualitas positif, maka ia pun melihat pasangan semakin menakjubkan sehingga makin jatuh cinta. Begitupun sebaliknya.
Cara lain untuk menjaga persepsi Anda tetap positif adalah dengan selalu berpikir dan bersikap optimis. Henry Ford yang pernah mengatakan, “If you think you can or if you think you can’t either way you’re always right. – Jika Anda berpikir Anda bisa atau jika Anda berpikir tidak bisa, itu pasti terjadi.” Berpikir dan bersikap optimis tentu membantu persepsi Anda lebih jernih, sehingga nampak jelas peluang-peluang baru yang dapat menolong situasi Anda atau memandu Anda menuju sukses dan kebahagiaan.
Berpikir terbuka dan bersedia belajar tentang banyak hal merupakan salah satu upaya untuk menjernihkan persepsi. Kehidupan ini sangat lengkap artinya terdiri dari beragam situasi, sebab, macam, dan lain sebagainya. Tidak mungkin seseorang menguasai semua ilmu atau menyelami pikiran banyak orang di dunia. Jadi sebaiknya jangan terburu-buru menciptakan kesimpulan, melainkan mencari pelajaran positif yang dapat dipetik sebagai bekal untuk berpikir dan bertindak lebih bijaksana.
Orang-orang yang hidupnya cukup sukses di dunia ini kebanyakan menjaga persepsi mereka tetap positif. Sehingga sikap dan tindakan mereka juga positif, contohnya tekun berusaha, rendah hati, disiplin, cermat atau berhati-hati dalam segala hal dan lain sebagainya. Disamping itu, mereka mampu melakukan tanggung jawab dengan baik dan menghasilkan karya luar biasa.
Persepsi seumpama `kaca jendela’ untuk melihat segala sesuatu nampak baik atau buruk. Ketika Anda mampu menjadikan persepsi selalu positif, maka Anda juga mempunyai kekuatan untuk melihat segala hal dengan lebih jernih, penuh optimisme, semangat, kasih sayang dan cinta, dan lain sebagainya, sehingga membantu Anda selalu bersikap positif dan tidak menyerah pada keadaan sesulit apapun untuk meraih sukses dan kebahagiaan. Oleh sebab itu, jika Anda ingin mencapai hasil akhir yang menyenangkan, maka jangan pernah membiarkan `kaca jendela’ Anda kotor. (Andrew Ho).

Bahagia itu Mudah dan Murah

BAHAGIA itu mudah dan sangat murah. Apakah Anda tertarik untuk menggapainya?
Setiap orang tentu menancapkan orientasi untuk meraih kebahagiaan dalam hidupnya, baik kebahagiaan jangka pendek atau jangka panjang. Sedianya, bahagia memang bisa muncul dari berbagai hal, baik yang sifatnya berupa prestasi atau hal sederhana sekalipun.
Berikut ini 10 rahasia agar Anda bisa menciptakan kebahagiaan setiap waktu, seperti dirilis Telegraph.
Memberi
Memberi bisa menciptakan sebuah ruang kebahagiaan yang tak terkira di hati. Jadi, sisihkan selalu waktu untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain, misalnya secara sukarela terlibat dalam kerja sosial atau beramal untuk sebuah yayasan.
Bersosialisasi
Jalinlah selalu hubungan dengan siapapun. Memiliki koneksi dengan banyak orang akan membuat Anda selalu bahagia. Jadi, segera jalin kembali silaturahmi dengan teman-teman Anda, tak terkecuali dengan mereka yang sudah lama Anda hubungi.
Merawat diri
Rawatlah selalu tubuh Anda dengan berbagai latihan olahraga, misalnya dengan lari keliling kompleks secara rutin agar stamina tubuh tetap terjaga.
Memberikan apresiasi bagi dunia luar

Perhatikan sekeliling Anda sesekali waktu dan nikmatilah pemandangan sekitar dengan menghargai satwa liar yang hidup di sekitar hunian Anda.
Selalu meng-update diri
Teruslah memperbaharui diri Anda tentang berbagai hal baru untuk memperkaya cakrawala dan pengetahuan, misalnya dengan belajar bahasa baru yang memberi nilai lebih pada Anda.
Tentukan tujuan
Memiliki tujuan dapat membuat Anda lebih fokus dalam menjalani kehidupan. Jadi buatlah selalu resolusi dan tetap berpegang pada catatan keinginan yang ingin digapai.
Tahan uji
Temukan cara untuk selalu bangkit kembali dan belajar dari kekalahan atau kesalahan ketika Anda melakukan sebuah hal. Proses evaluasi ini akan membaut Anda makin baik ke depannya.
Jaga sisi emosional Anda
Ambillah pendekatan positif untuk fokus pada saat-saat bahagia dalam hidup Anda. Jangan terlalu lama terpuruk dalam kesedihan atau kegagalan karena hal tersebut hanya menciptakan aura negatif dalam diri Anda.
Fleksibel
Bersikaplah nyaman dengan siapapun Anda bergaul. Endapkan rasa minder atau ketidakpercayaan diri ketika berkomunikasi dengan mereka. Sebaliknya, munculkan rasa percaya diri dan jangan selalu memikirkan tentanng kekurangan yang Anda miliki.
Bergabung dengan sebuah komunitas
Ambillah peran lebih besar dengan terlibat dalam sebuah kegiatan di masyarakat. Anda bisa mengikuti sebuah komunitas yang Anda sukai, bisa tentang hobi atau keahlian. Intinya, Anda dapat memperkaya diri sekaligus menambah sosialiasi dengan mereka.
(okezone.tty)

Potensi Manusia

Manusia mempunyai banyak kelebihan. Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna. Sayangnya banyak manusia yang tidak menyadari akan kelebihannya. Yang terlihat hanya kekurangannya, sehingga muncul rasa rendah diri.

 Apa saja kelebihan manusia? Banyak sekali. Diantaranya adalah:
- Jantung manusia berdenyut 100.000 ribu kali perhari
- Jantung manusia memompa 25.000 liter darah perhari
- Pembuluh darah manusia panjangnya mencapai 100.000 kilometer
- Mata manusia bisa membedakan sedikitnya 10 juta warna
- Jika semua potensi manusia itu dikumpulkan, maka manusia bisa menarik beban seberat 25.000 ton
- Potensi otak manusia. Otak manusia terdiri dari otak kanan dan otak kiri. Otak kanan untuk hal-hal yang bersifat imajiniasi (gambar, seni, musik). Sedangkan otak kiri untuk hal-hal yang bersifat logika (berhitung, matematika, fisika).
Itu baru sebagian “kecil” saja potensi yang dimiliki manusia. Masih banyak potensi lainnya. Untuk itu sudah semestinya kita sebagai manusia bersyukur atas karunia Tuhan tersebut, dan memanfatakan potensi tersebut dengan sebaik-baiknya. Manusia harus menggali potensi yang ada dalam dirinya.
Untuk menggali potensi diri, ada beberapa hal yang perlu dilakukan:
1. Tanamkan sikap mental positif.
2. Tanamkan keyakinan positif.
Untuk mempunyai sikap mental postif, kita harus mengembalikan “state” (kondisi/keadaan/mood) ke posisi yang baik atau positif. Kalau mood kita bagus, maka kita akan mampu melakukan banyak hal.
Menanamkan keyakinan positif akan mendatangkan sikap optimis dan tidak mudah menyerah. Setiap kejadian dilihat dari kacamata positif. Misalnya: melihat kegagalan sebagai sukses yang tertunda, bukan sebagai tanda kegagalan berikutnya.
Alangkah ruginya, jika kita membiarkan potensi yang ada dalam diri kita “terkubur” begitu saja. Mari kita gali dankembangkan potensi diri kita, sekecil apapun itu. Tommy Siawira/ smartfm (am)

Relasi yang Sehat

KOMPAS.com – Hubungan sehat adalah milik siapa saja. Siapa pun berhak untuk merasakannya. Termasuk Anda. Tetapi, seperti apakah ciri-ciri hubungan yang sehat itu? Simak 9 hal berikut ini:
1. Kebahagiaan Milik Anda
Sebaik atau seburuk apa pun perilaku pasangan, keputusan untuk merasa bahagia tetap ada di tangan Anda. Ingat, orang lain tak selalu bisa memberikannya, termasuk orang yang paling mencintai Anda. Dengarkanlah kata hati, apa yang membuat bahagia atau tidak, sebab di sanalah letak kejujuran. Hubungan sehat merupakan hubungan yang menghargai kebahagiaan, bukan sekadar “status”. Intinya, sayangi diri Anda.
2. Buatlah Perjanjian
Mau di bawa ke mana hubungan ini, tergantung Anda dan si dia. Membuat sebuah komitmen awal merupakan salah satu solusi tepat. Ini merupakan cara untuk menghormati hak dan kewajiban satu sama lain. Ajaklah pasangan untuk membicarakannya. Apa saja yang diharapkan dari hubungan ini. Buatlah kata sepakat tanpa perlu berdebat. Setelah itu, hormati komitmen bersama.
3. Saling Percaya
Ketahuilah kalau makna sebuah hubungan bukanlah saling mengekang melainkan berbagi. Posesif tak selamanya bisa digunakan sebagai wujud cinta jika salah satu pihak merasa tak nyaman dengan pola itu. Hubungan yang dilandasi rasa saling percaya akan meminimalisir kehadiran pikiran-pikiran negatif yang bisa meretakkan hubungan.
4. Respek
Menghormati apa yang Anda inginkan dan tidak, termasuk dalam hal seks, memberikan kebebasan waktu, kebebasan untuk mengutarakan pendapat, kebebasan untuk membicarakan permasalahan bersama-sama, merupakan wujud sehatnya hubungan. Namun, jangan gunakan kebebasan ini semena-mena, ya. Perlakukan pasangan sebagaimana Anda ingin diperlakukan.
5. Kasar Bukanlah “Sebab-Akibat”
Tindakan untuk berkata atau berbuat kasar bukanlah sebuah “sebab-akibat”, itu merupakan pilihan. Jangan begitu saja menerima perkataan, “Aku kasar karena tindakan kamu”. Jika benar ia sayang, tentu akan memilih cara baik-baik dalam menyelesaikan setiap masalah. Jadi, jika Anda dan pasangan sedang dalam situasi “panas”, usahakan untuk menenangkan pikiran dulu, jangan biarkan mulut dan tangan mengambil alih kendali.
6. Memaafkan dan Minta Maaf
Bukan hanya sekadar kalimat, “Ya, aku memaafkan kamu,” tapi juga harus diikuti dengan komitmen untuk tak lagi melakukan hal yang sama. Belajar dari masa lalu merupakan salah satu cara membina hubungan yang sehat. Satu lagi, jika merasa salah, jangan ragu untuk mengakui kesalahan. Kata maaf tak menunjukkan kegagalan atau kelemahan, kok, tapi merupakan bukti penghormatan akan perasaan orang lain.
7. Tingkatkan Rasa Humor
Menghabiskan waktu berdua tetap menjadi cara efektif untuk menghangatkan hubungan. Habiskan waktu secara berkualitas, mencoba membicarakan tentang perasaan masing-masing walau sambil makan malam  atau setelah nonton bareng. Perbanyak waktu untuk menceritakan hal-hal lucu. Pasalnya, tertawa mampu membuat perasaan negatif berubah menjadi positif.
8. Memberi Dukungan
Beri dukungan jika si dia memutuskan untuk melakukan hal yang baik bagi masa depannya, seperti sekolah atau mengembangkan karier di luar negeri. Ini akan membuatnya merasa sangat dicintai. Ia tentu akan melakukan hal yang sama jika benar ia memiliki cinta sejati untuk Anda. Termasuk dukungan untuk membina hubungan yang lebih baik.
9. Selesaikan Masalah
Memendam masalah hanya karena tak senang berdebat bukanlah cara yang tepat. Ibarat bom waktu, kekesalan yang menumpuk lama kelamaan bisa meledak juga. Untuk itu, lakukan komunikasi dengan pasangan untuk menyelesaikannya. Ingat, ini bukan mencari siapa yang benar atau salah, tapi mencari cara yang tepat untuk menggabungkan keinginan satu sama lain dan menyampingkan sikap egois.  (Ayunda Pininta Kasih/Majalah Chic).

Pasangan yang langgeng

Seperti kata orang tua, cinta itu menggebu di awalnya saja, sisanya, ya biasa saja. Amat jarang kita melihat pasangan yang sudah menikah bertahun-tahun tetapi tetap mesra dan romantis. Hanya segelintir orang yang beruntung memiliki kisah percintaan semacam itu. Umumnya, kebosanan dan terbiasa bersama satu dengan yang lainlah yang meluruhkan keromantisan di awal percintaan. Namun, Anda bisa mencoba membuat api asmara berkobar lebih lama dengan tindakan-tindakan kecil yang berpengaruh terhadap hubungan. Karena nyatanya, tindakan yang ramah dan mesra adalah salah satu perekat pasangan karena mampu membuat pasangan merasa dicintai, dihargai, dan diapresiasi. Berikut tipsnya:
Salam sambut hari
Apa yang Anda lakukan pertama kali ketika alarm mulai berbunyi di pagi hari untuk membangunkan Anda? Menekan tombol stop, berguling dari tempat tidur untuk ke kamar mandi? Mulai esok, setelah mematikan alarm, coba tengok ke arah suami dan ucapkan, “Selamat pagi!” Tak percaya diri karena belum sikat gigi? Simpan permen mint di sisi tempat tidur.
Riset menemukan bahwa 94 persen pasangan yang melakukan hal ini setiap pagi meranking pernikahannya sebagai hubungan yang menakjubkan. Sebaliknya, pasangan yang jarang atau tak pernah melakukan hal ini meranking hubungannya di bawah rata-rata.
Mengapa kata-kata ini sangat hebat? Sebab, ketika Anda mengucapkan kata-kata itu, Anda bukan hanya mengharap si dia mendapat pagi yang menyenangkan, tetapi sebagai afirmasi akan perasaan Anda bahwa Anda masih diberi kenikmatan untuk bisa memulai hari di sisi si dia. Konon, hal ini bisa membantu melandasi komunikasi positif di awal hari.
Hargai tindakan manis yang memang tugasnya
Ada hal-hal yang dilakukan pasangan Anda untuk Anda, seperti memijat kaki dan membawakan sarapan ke tempat tidur. Ada pula hal-hal yang ia lakukan untuk hubungan, seperti mengangkut sampah ke tempat pembuangan sampah dan mencuci mobil. Jika Anda sudah biasa berterima kasih untuk hal-hal yang ia lakukan untuk Anda, bagaimana dengan tindakan yang ia lakukan untuk hubungan?
Sebab, tindakan-tindakan kecil tetapi mesra bisa memperbaiki hidup dan hubungan, amat penting untuk menghargai hal-hal kecil yang ia lakukan untuk Anda berdua. Tambahkan kata-kata mesra semacam ini ke dalam harian Anda, seperti, “Terima kasih tadi sudah membetulkan genteng yang bocor, ya, Yah.” Ingat, jika Anda mendapatkan manfaat dari apa pun yang ia lakukan, meski ia melakukannya untuk keluarga, ucapkan terima kasih.
Puji ia di depan orang lain
Sangat jarang pria memerhatikan bentuk tubuhnya di kaca dan bertanya pada Anda, “Baju ini terlihat bagus enggak?” Tak heran banyak wanita yang jarang memuji prianya, padahal pria juga haus pujian, sama seperti wanita. Memang ada beberapa pujian yang sebaiknya dilontarkan secara empat mata, tetapi ada pula pujian yang boleh diungkapkan di depan orang lain. Pujian untuknya yang disampaikan di depan orang memberi pesan bahwa Anda bangga sedang bersamanya dan Anda ingin seluruh dunia mengetahui hal itu.
Pastikan pujian terungkap dengan tulus dan tidak berlebihan. Ucapkan hal yang spesifik tentang dirinya, seperti, “Kamu hebat sekali tadi bisa memperbaiki laptop aku lalu langsung mengantar si kecil ke sekolah, lalu ke kantor tanpa terlambat,” kata-kata semacam ini akan membuatnya merasa diapresiasi dan dicintai.
Jangan menyela
Pada kenyataannya, pria pun senang berbincang, sama seperti perempuan. Jika si dia tidak terlihat senang berbicara, mungkin karena ia jarang mendapat pancingan untuk mengeluarkan isi hatinya.
Salah satu alasan mengapa pria jarang membuka mulut untuk berbicara adalah karena ia merasa pasangannya sering menginterupsi pembicaraannya. Ini sangat sering terjadi ketika Anda sudah mengetahui bahwa ia akan mengatakan apa atau lompat ke kesimpulan sebelum ia berhasil menyelesaikan kalimatnya. Di lain waktu, Anda mungkin menyela omongannya saat Anda merasa ia salah. Tetapi ketahuilah, jika salah seorang pasangan selalu diam, bisa jadi karena mereka menekan emosi, yang artinya hubungan itu sedang menurun. Dalam hubungan yang sehat, dan demi kelanggengan, kedua belah pihak harus merasa didengarkan dan mampu mendengarkan. Tidakkah Anda sedih begitu tahu bukan Anda orang yang ia jadikan tempat mengadu?
Kompas.com l 30.12.2010 l NAD l Editor: Nadia Felicia  l Sumber: womenshealthmag.com